Tuesday, April 24, 2012

Antara Manusia, Cinta Kasih, dan Kasih Sayang


Menurut kamus umum Bahasa Indonesia karya W. J. S Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta kasih secara beriringan, kata kasih meperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Sebenarnya cinta dan kasih memiliki perbedaan. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih ke luarnya. Dapat diartikan bahwa bersumber dari cinta yang mendalam maka terwujudlah kasih yang nyata.
Dapat dikatakan bahwa cinta adalah makna yang tersirat di dalam hati, sedangkan kasih adalah makna yang tersurat melalui perbuatan, karena kasih lebih condong kepada rasa belas kasihan dan rasa ingin melindungi. Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya bahwa kasih memperkuat rasa cinta itu benar. Karena cinta dan kasih merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Rasa saling membutuhkan, rasa saling mengasihi, dan rasa saling memiliki semuanya ada pada diri manusia yang memiliki rasa cinta dan kasih.
Kaitannya dalam kehidupan manusia adalah cinta sangat berperan dalam kehidupan kekeluargaan. Terlebih lagi cinta merupakan landasan utama dari ikatan pernikahan pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat di masyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Cinta juga menjadi pengikat yang kokoh antara manusia dan Tuhannya. Sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas, mengikuti perintah-Nya, dan berpegang teguh pada syari’at-Nya. Karena cinta tertinggi adalah cinta terhadap Tuhan.
Dalam kehidupan ini, secara garis besar cinta dapat terbagi menjadi cinta kepada Allah, cinta kepada Rasul, cinta kepada diri sendiri, cinta kepada sesama manusia, cinta seksual, cinta kebapakan.  Dalam hal ini sangat terlihat bahwa cinta benar-benar melekat pada kehidupan manusia di setiap saatnya.
Ada satu hal lagi yang berkaitan dengan manusia dan cinta kasih, yaitu kasih sayang. Menurut kamus umum Bahasa Indonesia karya W. J. S Poerwadarminta, pengertian kasih sayang adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta. Dalam kehidupan berumah tangga, kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Karena dalam kehidupan berumah tangga sudah tidak lagi bercinta-cintaan namun saling mengasihi atau saling menumpahkan rasa kasih sayang.
Secara sadar atau tidak sadar, dalam kasih sayang masing-masing pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan satu kesatuan yang utuh. Selain itu, kasih sayang juga merupakan komunikasi utama dalam suatu keluarga. Terutama komunikasi antara suami dan istri serta orangtua dan anak.
Dapat disimpulkan bahwa cinta dan kasih merupakan media untuk menghubungkan manusia dengan Tuhan serta mempersatukan manusia dengan manusia, baik itu antara lawan jenis maupun dalam suatu keluarga. Sedangkan kasih sayang merupakan media komunikasi antara manusia dengan manusia, baik itu antara lawan jenis maupun dalam sutu keluarga. Sehingga cinta dan kasih serta rasa kasih sayang tidak pernah lepas dari kehidupan manusia setiap waktunya.

Sumber :
Buku Paket Ilmu Budaya Dasar Universitas Gunadarma.
http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/04/06/manusia-dan-cinta-kasih/

Saturday, January 7, 2012

Teori Etnosentrisme, Prasangka, dan Diskriminasi

Selamat Tahun Baru 2012! Yap, inilah posting pertama saya di tahun 2012.. Masih berkaitan dengan Ilmu Sosial Dasar, kali ini saya akan membahas tentang Etnosentrisme, Prasangka, dan Diskriminasi. Semoga bermanfaat. Let's check this one out! ;) 

Etnosentrisme (sukuisme) suatu kecenderungan yang menganggap nilai-nilai dan norma-norma kebudayaannya sendiri sebagaai sesuatu yang prima, terbaik, mutlak dan diepergunakan sebagai tolok ukur untuk menilai dan membedakannya dengan kebudayaan lain. Dampak atau efek samping yang terjadi dapat berakibat fatal. Dapat dibayangkan jika generalisasi kasar dilakukan terhadap etnis tertentu yang dianggap negatif sebagai; kasar, kotor, bermental buruk, atau bahkan musuh, maka tidak jarang akan berujung pada konflik komunal.

Etnosentrisme atau sukuisme ternyatabegitu kental dalam pergaulan sehari-hari. Pandangan tentang keunggulan etnis tertentu atas lainnya sudah menjadi rahasia publik. Disebut rahasia, sebab pengakuan keunggulan tersebut diakui secara umum oleh masing-masing kelompok (etnis, suku, bahkan agama), meskipun secara sembunyi-sembunyi. 

Salah satu contoh etnosentrisme adalah pada saat ini, paling tidak telah terjadi 35 pertikaian besar antar etnis di dunia. Lebih dari 38 juta jiwa terusir dari tempat yang mereka diami, paling sedikit 7 juta orang terbunuh dalam konflik etnis berdarah. Pertikaian seperti ini terjadi dari Barat sampai Timur, dari Utara hingga Selatan. Dunia menyaksikan darah mengalir dari Yugoslavia, Cekoslakia, Zaire hingga Rwanda, dari bekas Uni Soviet sampai Sudan, dari Srilangka, India hingga Indonesia. Konflik panjang tersebut melibatkan sentimen etnis, ras, golongan dan juga agama. 

Diskriminasi merujuk kepada pelayanan yang tidak adil terhadap individu tertentu, di mana layanan ini dibuat berdasarkan kumpulan yang diwakili oleh individu berkenaan. Diskriminasi merupakan suatu amalan yang biasa dijumpai dalam masyarakat manusia. Ia berpuncak daripada kecenderungan manusia untuk membeda-bedakan manusia. 

Diskriminasi boleh berlaku dalam berbagai konteks. Ia boleh dilakukan oleh orang perseorangan, institusi, firma, malah oleh kerajaan. Diskriminasi dianggap sebagai sesuatu yang tidak adil berdasarkan prinsip "setiap manusia harus diberi hak dan peluang yang sama"(Bahasa Inggris: Equal Opportunity). 

Salah satu contoh diskriminasi misalnya sebuah institusi pendidikan enggan menerima seorang pelajar, walaupun dia mempunyai kelayakan dan masih mempunyai kekosongan dalam institusi berkenaan, disebabkan individu berkenaan mewakili kumpulan tertentu. 

Prasangka (prejudice) diartikan suatu anggapan terhadap sesuatu dari seseorang bahwa sesuatu itu buruk dengan tanpa kritik terlebih dahulu. Bahasa Arab menyebutnya “sukhudzon”. Orang, secara serta merta tanpa timbang-timbang lagi bahwa sesuatu itu buruk. Dan disisi lain bahasa Arab “khusudzon” yaitu anggapan baik terhadap sesuatu. 

Prasangka atau prejudice berasal dari kata latin prejudicium, yang pengertiannya sekarang mengalami perkembangan sebagai berikut :
  • semula diartikan sebagai suatu presenden, artinya keputusan diambil atas dasar pengalaman yang lalu 
  • dalam bahasa Inggris mengandung arti pengambilan keputusan tanpa penelitian dan pertimbangan yang cermat, tergesa-gesa atau tidak matang
Salah satu contoh prasangka misalnya seseorang yang langsung mencap buruk orang lain tanpa mengenal atau melihat dahulu latar belakang orang tersebut.
Ketiga hal di atas terjadi bukan tanpa sebab. Sebab-sebab timbulnya etnosentrisme, prasangka,  dan diskriminasi antara lain:
  • berlatar belakang sejarah
  • dilatar-belakangi  oleh perkembangan sosio-kultural dan situasional
  • bersumber dari faktor kepribadian
  • berlatang belakang perbedaan keyakinan, kepercayaan dan agama
Untuk mencegah dan mengatasi etinosentrisme, prasangka, dan diskriminasi, dapat dilakukan usaha-usaha sebagai berikut:
  • perbaikan kondisi sosial ekonomi 
  • perluasan kesempatan belajar 
  • sikap terbuka dan sikap lapang 
Pada zaman yang semakin berkembang ini tidak dapat dipungkiri semakin banyaknya praktik-praktik etnosentrisme, prasangka, dan diskriminasi. Namun, sebaiknya kita melakukan usaha-usaha untuk mengurangi bahkan menghilangkan ketiga hal tersebut dimulai dari hal kecil, seperti yang telah saya sebutkan di atas, yaitu sikap terbuka dan lapang. So, let's do it from now! Thank a lot readers for reading my post... ;)


Sumber :

Wednesday, November 16, 2011

Ruang Makan sebagai Ruang Intim Keluarga

Pada posting kali ini akan mengulas kembali hal yang berkaitan dengan Ilmu Sosial Dasar. Sebelumnya saya telah mem-posting materi Ilmu Sosial Dasar, yaitu Interaksi Sosial dan Ruang Sosial. Kali ini saya akan membahas tentang Ruang Intim dalam kehidupan sosial. Let's check the explanation out.... ;)

Ruang intim menurut saya dapat diartikan sebagai sebuah ruang di mana terdapat interaksi sosial yang sangat dekat antar pelakunya. Sebagai contoh, di dalam rumah pasti ada ruang intim di mana semua anggota keluarga akan berkumpul dan melakukan aktivitas yang menunjukkan keakraban satu sama lain. Saya akan mengambil satu contoh ruang makan sebagai ruang intim keluarga. Dapat kita lihat keakraban tersebut dalam gambar di bawah ini...


Selain sebagai tempat untuk makan bersama, ruang makan juga berfungsi sebagai tempat berkumpul bersama keluarga untuk menghabiskan waktu yang berkualitas usai beraktivitas seharian. Kerap kali perbincangan hangat dalam keluarga terjadi di ruangan ini. Karena dibanding dengan ruang keluarga yang lebih luas, ruang makan yang lebih sempit menciptakan suasana keakraban dalam keluarga. Selain itu ruang makan juga sering digunakan untuk tempat duduk sembari menonton televisi, bahkan tempat si buah hati mengerjakan tugas.

Oleh karena itu, ruang makan dapat menjadi salah satu contoh ruang intim dalam kehidupan sosial. Ruang intim merupakan sarana bagi kita semua untuk mempererat hubungan sosial kita dengan manusia lainnya. Semoga kita semua dapat menemukan ruang intim dalam rumah masing-masing. Karena keakraban dan kehangatan dalam keluarga tidak akan pernah tergantikan. Thank a lot for reading my post.... ;)


Sumber :