Showing posts with label ilmu budaya dasar. Show all posts
Showing posts with label ilmu budaya dasar. Show all posts

Saturday, June 16, 2012

Manusia dan Kebudayaan


A.       Manusia
Dalam ilmu eksakta, manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia (ilmu kimia), manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi (ilmu fisika), manusia merupakan makhluk biologis yang tergolong dalam golongan makhluk mamalia (biologi). Dalam ilmu-ilmu sosial manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi), manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosiologi), makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik) makhluk yang berbudaya, sering disebut homo-humanus (filsafat), dan lain sebagainya.
Ada dua pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun manusia, yaitu :
  1. Manusia terdiri dari empat unsur terkait, yaitu : jasad, hayat, ruh, nafas.
  2. Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur, yaitu :
·         Id, merupakan libido murni atau energi psikis yang menunjukkan ciri alami yang irrasional dan terkait dengan sex, yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran (unconcious). Terkurung dari realitas dan pengaruh sosial, Id diatur oleh prinsip kesenangan, mencari kepuasan instingsual libidinal yang harus dipenuhi baik secara langsung melalui pengalaman seksual, atau tidak langsung melalui mimpi atau khayalan.
·         Ego, merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh orang lain.
·         Superego, merupakan kesatuan standar-standar moral yang diterima oleh ego dari sejumlah agen yang mempunyai otoritas di dalam lingkungan luar diri, biasanya merupakan asimilasi dari pandangan-pandangan orang tua.
B.        Kebudayaan
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislow Malinowski berpendapat bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. Upacara kedewasaan dari suku WaYao di Malawi, Afrika. Menurut Edward B. Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Sedangkan menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan yaitu sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
C.        Kaitan Manusia dengan Kebudayaan

Manusia sebagai perilaku kebudayaan
Kebudayaan merupakan objek yang dilaksanakan manusia
Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya. Tmpak bahwa keduanya akhirnya merupakan satu kesatuan.
Kebudayaan itu ibaratnya seperti ciri khas dari manusia yang menggunakan kebudayaan tersebut. Banyak sekali kebudayaan di negara Indonesia tercinta kita ini, salah satunya adalah seperti kebudayaan Jawa, dan masih banyak lagi.
Hakikat manusia dalam melestarikan dan menjaga kebudayaan adalah suatu keharusan agar tidak terpengaruh oleh kebudayaan lainnya. Kita harus menjaga keaslian budaya kita karena kebudayaan tersebut merupakan warisan dari nenek moyang kita dahulu. Namun akhir-akhir ini, kita pasti sudah tahu kalau banyak dari kebudayaan di negara kita ini telah terpengaruh oleh kebudayaan luar, khususnya kebudayaan barat. Ya, itu benar. Ini merupakan efek dari arus globalisasi yang sangat kencang sehingga banyak kebudayaan-kebudayaan dari luar yang bebas keluar masuk ke dalam negara kita ini sehingga kebudayaan kita agak sedikit ‘terpengaruh’ oleh kebudayaan luar, khususnya kebudayaan barat. Ini merupakan kelalaian masyarakat sekarang yang tidak mampu menjaga keaslian budaya itu merupakan warisan dari nenek moyang kita terdahulu. Tapi ini sudah terlambat untuk diatasi. Mengapa? Ibaratnya itu kita seperti berjalan melawan arus yang sangat kencang, seperti itulah yang masyarakat kita sedang alami. Mereka tidak mempersiapkan pertahanan untuk melawan arus kencang tersebut. Bahkan mereka mulai mengikuti arah arus tersebut. Hal ini sangat berbahaya karena jika ini dibiarkan terus maka kebudayaan asli kita akan perlahan-lahan hilang. Tidakkah kita berpikir, bagaimana dengan anak cucu kita kelak yang akan mewariskan kebudayaan kita, sedangkan kebudayaannya itu sudah ‘tercemar’ oleh kebudayaan asing atau luar? Apakah mereka akan bangga dengan kebudayaannya itu? Sungguh ironis memang.
Jadi kesimpulan dari uraian di atas adalah kaitan manusia dan kebudayaan sangatlah erat, sebab kebudayaan timbul karena hasil karya cipta dan karsa dari manusia itu sendiri. Dengan kebudayaan dapat mengatur kehidupan manusia untuk hidup bersosialisasi dengan manusia lain di sekitarnya. Dan kebudayaan dapat hilang karena masuknya budaya lain. Oleh sebab itu, banyak suku lain menolak kebudayaan dari luar di khawatirkan akan merusak kebudayaan yang mereka anut sejak jaman dahulu.



Sumber :
http://zahidb.blogspot.com/2012/03/manusia-dan-kebudayaan.html
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/03/kaitan-manusia-dan-kebudayaan/
http://vaisal.wordpress.com/2011/03/09/hubungan-manusia-dan-kebudayaan/
http://zhainal99.blogspot.com/2012/03/kaitan-manusia-dengan-kebudayaan.html

Tuesday, April 24, 2012

Antara Manusia, Cinta Kasih, dan Kasih Sayang


Menurut kamus umum Bahasa Indonesia karya W. J. S Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta kasih secara beriringan, kata kasih meperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Sebenarnya cinta dan kasih memiliki perbedaan. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih ke luarnya. Dapat diartikan bahwa bersumber dari cinta yang mendalam maka terwujudlah kasih yang nyata.
Dapat dikatakan bahwa cinta adalah makna yang tersirat di dalam hati, sedangkan kasih adalah makna yang tersurat melalui perbuatan, karena kasih lebih condong kepada rasa belas kasihan dan rasa ingin melindungi. Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya bahwa kasih memperkuat rasa cinta itu benar. Karena cinta dan kasih merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Rasa saling membutuhkan, rasa saling mengasihi, dan rasa saling memiliki semuanya ada pada diri manusia yang memiliki rasa cinta dan kasih.
Kaitannya dalam kehidupan manusia adalah cinta sangat berperan dalam kehidupan kekeluargaan. Terlebih lagi cinta merupakan landasan utama dari ikatan pernikahan pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat di masyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Cinta juga menjadi pengikat yang kokoh antara manusia dan Tuhannya. Sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas, mengikuti perintah-Nya, dan berpegang teguh pada syari’at-Nya. Karena cinta tertinggi adalah cinta terhadap Tuhan.
Dalam kehidupan ini, secara garis besar cinta dapat terbagi menjadi cinta kepada Allah, cinta kepada Rasul, cinta kepada diri sendiri, cinta kepada sesama manusia, cinta seksual, cinta kebapakan.  Dalam hal ini sangat terlihat bahwa cinta benar-benar melekat pada kehidupan manusia di setiap saatnya.
Ada satu hal lagi yang berkaitan dengan manusia dan cinta kasih, yaitu kasih sayang. Menurut kamus umum Bahasa Indonesia karya W. J. S Poerwadarminta, pengertian kasih sayang adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta. Dalam kehidupan berumah tangga, kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Karena dalam kehidupan berumah tangga sudah tidak lagi bercinta-cintaan namun saling mengasihi atau saling menumpahkan rasa kasih sayang.
Secara sadar atau tidak sadar, dalam kasih sayang masing-masing pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan satu kesatuan yang utuh. Selain itu, kasih sayang juga merupakan komunikasi utama dalam suatu keluarga. Terutama komunikasi antara suami dan istri serta orangtua dan anak.
Dapat disimpulkan bahwa cinta dan kasih merupakan media untuk menghubungkan manusia dengan Tuhan serta mempersatukan manusia dengan manusia, baik itu antara lawan jenis maupun dalam suatu keluarga. Sedangkan kasih sayang merupakan media komunikasi antara manusia dengan manusia, baik itu antara lawan jenis maupun dalam sutu keluarga. Sehingga cinta dan kasih serta rasa kasih sayang tidak pernah lepas dari kehidupan manusia setiap waktunya.

Sumber :
Buku Paket Ilmu Budaya Dasar Universitas Gunadarma.
http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/04/06/manusia-dan-cinta-kasih/