Monday, January 28, 2013

Tabel dan Grafik Cita-cita


Saya merasa beruntung mendapat tugas mengenai tabel dan grafik cita-cita. Jika tugas ini tidak ada, sebelumnya dan sampai sekarang ini saya tidak tahu seperti apa usaha dan mimpi yang sudah tercapai atau belum. Terima kasih saya ucapkan kepada dosen mata kuliah Arsitektur dan Lingkungan yang memberikan tugas ini.

Tahun
Cita-cita
Keterangan
1998
Diterima di SD Pemuda Bangsa
GAGAL. Saat itu saya masih kurang usia 1 tahun, dan akhirnya melanjutkan sekolah di SDN Mekarjaya 11 selama 1 tahun
1999
Diterima di SD Pemuda Bangsa
BERHASIL. Saya pindah sekolah di SD Pemuda Bangsa. Saya mengulang sekolah dasar dari kelas 1 lagi.
2005
Diterima di SMP Negeri 4 Depok
BERHASIL. Aman selama 3 hari proses jurnal berdasarkan perhitungan nem
2006
Menjadi Ketua Umum OSIS
BERHASIL. Pengalaman dan kesempatan berharga
2008
Diterima di SMA Negeri 3 Depok
BERHASIL. Aman selama 3 hari proses jurnal berdasarkan perhitungan nem
2010
Terpilih sebagai kandidat seleksi SNMPTN Undangan
BERHASIL. 20 besar setiap kelas berhak mengikuti SNMPTN Undangan (saya ada di rank 17)
2011
Lolos SNMPTN Undangan
GAGAL. Tersisih oleh teman dengan pilihan jurusan yg sama dan akumulasi nilai yg lebih tinggi

Lolos SNMPTN Tertulis
GAGAL. Tidak menulis kode soal TPA yg persentase nilainya 60%. Tidak pernah berhasil dalam try out-try out sebelumnya

Diterima di FT-UI Jurusan Arsitektur
GAGAL. Tidak putus asa karena mimpi terbesar saya yg sebenarnya adalah Jurusan Arsitektur, bukan Universitas Indonesia

Lolos PMDK FTSP-UG Jurusan Teknik Arsitektur
BERHASIL. Universitas Gunadarma yg menjawab mimpi terbesar saya saat itu
2012
IP > 3
BERHASIL. Susah payah mencapainya

Lulus English Conversation Program LBPP LIA Depok
BERHASIL. Dukungan dari orang tua sangat berarti

IPK > 3
BERHASIL. Susah payah mencapainya
2013
IPK = 4 dan Beasiswa sampai lulus
Bismillah semoga ada jalannya
2014
Lulus Penulisan Ilmiah dengan nilai memuaskan
Bismillah semoga ada jalannya
2015
Lulus S1 tepat waktu dengan nilai memuaskan
Bismillah semoga ada jalannya
2016
Menikah
Bismillah semoga ada jalannya

Bekerja dari rumah
Bismillah semoga ada jalannya

Menjadi Arsitek
Bismillah semoga ada jalannya
2017
Melahirkan anak pertama
Bismillah semoga ada jalannya
2021
Melahirkan anak kedua
Bismillah semoga ada jalannya

Memiliki rumah
Bismillah semoga ada jalannya
2023
Naik Haji
Bismillah semoga ada jalannya
2024
Mengumrohkan orang tua
Bismillah semoga ada jalannya
2025
Beasiswa S2 Teknik Arsitektur di Eropa
Bismillah semoga ada jalannya
2027
Mempunyai proyek di luar negeri
Bismillah semoga ada jalannya



 
Dapat saya simpulkan berdasarkan perjalanan cita-cita dalam hidup saya bahwa untuk mencapai cita-cita tidak bisa hanya dengan usaha yang kecil, namun dibutuhkan pengorbanan yang persentasenya setara dengan cita-cita yang diinginkan. Selain itu, kegagalan janganlah dijadikan sebagai sesuatu yang memalukan, justru kegagalanlah yang menjadi jembatan keberhasilan kita. Allah Maha Tahu apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan. Maka jangan bersedih ketika cita-cita belum tercapai, sebenarnya di balik itu semua ada jawaban terbaik bahkan jauh lebih baik dari cita-cita yang kita inginkan. Ingat, Allah bersama prasangka hamba-Nya. Keep optimistic but don’t be takabur ;)

Thursday, January 17, 2013

Teknologi Bahan Arsitektur Ramah Lingkungan

Kebutuhan primer manusia akan papan (tempat tinggal), saat ini bukan lagi hanya menjadi sebuah kebutuhan. Kebutuhan tersebut beralih menjadi kebutuhan yang diiringi dengan keinginan. Keinginan itu berupa desain yang elegan, menciptakan kenyamanan, dan tidak membosankan. Peluang ini dimanfaatkan oleh beberapa desainer material untuk menciptakan bahan-bahan yang menjadi pelengkap dalam karya-karya arsitektural.

Mengingat kondisi alam yang kekayaannya terus-menerus berkurang dan mulai langka untuk didapatkan, para kaum kreatif berusaha untuk menghadirkan sesuatu yang serupa tetapi tak sama dengan harga dan tidak menggunakan bahan alam. Sebagai contoh, penggunaan parket kayu sebagai lantai, kini dapat digantikan dengan lantai vynil yang terbuat dari bahan dasar PVC (bahan untuk plastic) dengan motif mirip seperti parket kayu. Dapat dilihat seperti gambar di bawah :



lantai parket - lantai vynil

Para kaum kreatif ini tidak hanya berusaha bagaimana menghadirkan sesuatu yang serupa dengan aslinya, namun juga mulai mengembangkan ide-idenya menjadi sesuatu yang memiliki nilai estetika. Bentukan-bentukan bahan pelengkap arsitektur yang variatif dan unik dibuatnya untuk memuaskan keinginan para konsumen. Sebagai contoh, penggunaan plafond dari triplek, gypsum, kini perlahan mulai terganti dengan bahan-bahan alumunium dan PVC. Dapat dilihat seperti gambar di bawah :

plafond PVC - plafond alumunium - plafond PVC

Bahan-bahan ini dapat dikatakan ramah lingkungan karena menggantikan material alam seperti kayu yang saat ini semakin berkurang drastis. Isu global warming menjadi input masalah terciptanya perancangan desain-desain ini. Untuk melestarikan alam yang semakin lama keadaannya semakin buruk, para kaum kreatif menyumbangkan idenya untuk membantu mengurangi eksploitasi alam (terutama kayu-dari pohon), dan membuat terobosan baru yang ramah lingkungan.

Serupa, indah, unik, dan kreatif bukan? Berawal dari memanfaatkan peluang yang ada, dapat tercipta ide-ide yang kreatif, inovatif, dan variatif. Hidup kaum kreatif!

Wednesday, January 16, 2013

Manusia dan Kota


Menelusup lebih dalam dunia arsitektur, di mana perkotaan merupakan salah satu wilayah terbesar dalam perkembangan pembangunan arsitektur, tentunya harus memahami terlebih dahulu  hubungan antara manusia dan kota. Sebenarnya bagi sebagian manusia, hal ini dianggap sepele dan bukan sesuatu yang harus diperhatikan. Karena semakin berkembangnya zaman, semakin banyak manusia yang hanya mendahulukan segala sesuatu untuk mencapai kepuasannya dengan menghalalkan segala cara tanpa melihat kondisi sekitarnya yang seharusnya mendapatkan perhatian dari manusia itu sendiri.

Manusia dan kota dapat dikatakan sebagai dua bagian yang hidup dalam lingkungan. Oleh karena itu kedua bagian ini pastinya harus saling bekerja sama untuk menjadikan tempat hidupnya layak dan memiliki feedback untuk kelangsungan hidupnya. Namun apakah yang terjadi saat ini? Banyak dari sebagian manusia yang tidak lagi menganggap kota sebagai rekan kerjasamanya untuk membangun lingkungan. Bagaimanapun caranya kota diatur sedemikian rupa sesuai keinginan manusia itu sendiri tanpa melihat apa sebenarnya yang dibutuhkan kota.

Anggaplah kota seperti manusia. Manusia memiliki paru-paru yang berperan sebagai penyuplai oksigen untuk tubuh (Sumber : Pengetahuan IPA). Begitupun kota, kota juga memiliki paru-paru yang berperan sebagai produsen oksigen bagi kehidupan manusia (Sumber : Fungsi Ruang Terbuka Hijau). Di mana setiap 1 hektar ruang terbuka hijau diperkirakan mampu menghasilkan 0,6 ton oksigen guna dikonsumsi 1500 penduduk perhari, menjadikan dapat bernafas dengan lega. Sadarkah manusia-manusia itu bahwa kota membutuhkan paru-parunya tetap terjaga? Padahal bila manusia menjaga paru-paru kota, kota akan memberikan timbal balik untuk kehidupannya.

Harus diketahui bahwa semua bidang kehidupan harus mengarah terhadap kelestarian lingkungan. Manusia dan kota harus saling bekerjasama untuk satu tujuan tersebut. Arsitektur berbasis lingkungan dapat menjadi salah satu jawaban upaya untuk menjalin kerjasama dengan kota. Pembangunan-pembangunan yang hanya memperhatikan sisi fungsional terhadap manusia saja, dapat diminimalisir dengan melakukan pembangunan-pembangunan yang memperhatikan sisi fungsional terhadap manusia dan kota. Sehingga harmonisasi yang baik antara manusia dan kota terhadap lingkungannya dapat terlaksana dan saling memberi timbal balik yang sesuai. Sudah bukan zamannya lagi manusia hanya memanfaatkan kota dan lingkungannya, tetapi sekaranglah saatnya manusia memberikan manfaat untuk kota dan lingkungannya.

Friday, November 9, 2012

Wawancara Kajian Lingkungan Perumahan


Topik :
Fungsi Hunian Terhadap Nilai-nilai Ramah Lingkungan

Profil Narasumber
Nama            :              Ir. H. M. Lukman Djunaidi, MM
TTL               :              Jakarta, 10 April 1957
Pekerjaan      :              Site Manager PT. Murinda Iron Steel
Alamat          :              Perum. Pondok Tirta Mandala Blok S2 No. 8 RT 04/RW 18, Kel. Sukamaju,     Kec. Cilodong, Depok 16415

foto sang tokoh

Assalamu’alaikum. Maaf Pak mengganggu. Bisa minta waktunya sebentar, Pak?
Wa’a;laikumsalam. Iya bisa. Ada yang bisa saya bantu?
Saya ingin mewawancarai Bapak terkait hunian yang ramah lingkungan untuk tugas kampus. Semoga Bapak bersedia.
Oh iya silakan, boleh. Langsung saja.
Untuk menghemat waktu saya langsung ke intinya ya, Pak. Perumahan ini dibangun sekitar tahun berapa, Pak?
Perumahan Pondok Tirta Mandala mulai dibangun sekitar tahun 1987.
Kalau pemasaran dan mulai aktif dihuni sejak kapan ya, Pak?
Sejak tahun 1988 blok-blok yang sudah selesai dibangun sudah mulai banyak dihuni.
Bapak sendiri mulai menghuni perumahan ini sudah berapa lama?
Saya di sini sudah 22 tahun. Dari tahun 1990.
Menurut pendapat Bapak sendiri, definisi hunian yang ramah lingkungan itu apa?
Hunian yang ramah lingkungan itu berarti tidak mencemar, seperti sitem sanitasinya haruslah lancar dan baik. Kemudian desain rumah pun harus menyesuaikan lingkungan  yang ada. Material-material yang digunakan untuk membangun hunian tersebut haruslah yang tidak berdampak buruk untuk kesehatan dan lingkungan. Selain itu hunian yang dibangun pun harus menyesuaikan dengan penataan lingkungan yang sudah ada.
Contoh dampak yang ditimbulkan dari hunian yang tidak ramah lingkungan apa ya, Pak?
Misalnya begini, hunian yang terlalu banyak menggunakan material kaca sebagai dinding luarnya bisa merubah suhu di lingkungan sekitar. Mungkin bila satu rumah saja tidak begitu terasa perubahannya, namun bila jumlah hunian yang seperti ini berjumlah besar, dampak yang ditimbulkan akan semakin besar. Penghuni yang tinggal di dalamnya pun akan terkena dampak dari material yang digunakan ini karena cahaya matahari langsung masuk ke dalam.
Untuk di perumahan Pondok Tirta Mandala ini apakah sudah dapat dikatakan ramah lingkungan, Pak?
Sebenarnya perumahan Pondok Tirta Mandala ini sudah bisa dibilang ramah lingkungan. Namun masih belum 100%. Terutama system sanitasi pribadi setiap rumah yang masih perlu disempurnakan. Sistem pengairan dan pembuangan perumahan ini secara makro sudah baik, tapi sistem sanitasi setiap rumah yang harus disempurnakan. Karena ada beberapa unit rumah yang mengabaikan sistem sanitasi yang baik, seperti tidak menambahkan sumur resapan pada sistem sanitasinya.
Berbicara soal sanitasi, di perumahan ini pembuangan limbah dari setiap rumah dirancang kolektif atau langsung menuju ke saluran pembuangan limbah seperti selokan atau sungai, Pak?
Di perumahan ini limbah dari setiap rumah langsung disalurkan ke selokan kemudian ke sungai yang bermuara di Sungai Ciliwung. Sungai ini mengalir di sepanjang komplek.
Pertanyaan terakhir ya Pak, menurut Bapak kriteria sederhana yang harus dimiliki setiap hunian yang ramah lingkungan itu seperti apa?
Secara sederhana seharusnya setiap hunian memiliki penghijauan. Paling tidak, setiap rumah memiliki taman kecil dengan tanaman-tanaman hijau. Karena bila mengandalkan vegetasi yang memang sudah eksisting ketika pembangunan perumahan ini berlangsung saja tidak cukup bila dibandingkan dengan jumlah unit rumah yang ada. Alangkah baiknya setiap rumah memiliki paru-paru sendiri.
Terima kasih banyak, Pak atas waktunya. Wawancara ini bermanfaat sekali untuk menjadi pembelajaran baru.
Oh iya sama-sama. Saya juga senang bisa membantu.
Saya permisi dulu, Pak. Assalamu’alaikum.
Wa’alaikumsalam.

foto bersama sang tokoh